04: Mukadimah dari Penulis Kitab Bag 03

 ╔══❖•ೋ°📖° ೋ•❖══╗

                  Whatsapp              

     Grup Islam Sunnah | GiS

       *☛ Pertemuan ke-207*

╚══❖•ೋ°👥° ೋ•❖══╝


🌏 https://grupislamsunnah.com/


🗓  KAMIS

         24 Dzulhijjah 1444 H

         13 Juli 2023 M


👤 Oleh: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. حفظه الله تعالى 


📚  *Kitab _Riyadhus Shalihin min Kalami Sayyidil Mursalin_ (Taman-Tamannya Orang-Orang yang Saleh dari Sabda-Sabda Nabi Muhammad ﷺ) karya Imam Nawawi Rahimahullah*


💽  Audio ke-04: Mukadimah dari Penulis Kitab Bag 03


══════════════ 


السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ


الْحَمْدُ لِلهِ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللّٰهِ   


Segala puji bagi Allah Jalla Jalaluhu (Allah yang Maha agung dengan keangungan-Nya, -ed), shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan untuk Baginda Nabi kita Muhammad 'Alaihis-shalatu wassalam. Amma ba’du.


Kaum muslimin, khususnya anggota GiS -Grup Islam Sunnah- yang semoga dirahmati oleh Allah Jalla Jalaluhu. 


Kita akan membahas sebuah kitab yang ditulis oleh Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu Ta’ala dengan judul _Riyadhus Shalihin min Kalami Sayyidil Mursalin_, yang artinya "Taman-tamannya orang-orang yang saleh dari sabda-sabda Nabi Muhammad 'Alaihis-shalatu wassalam".


▫️


"Muqaddimah Al-Imam An-Nawawi"


Beliau memberikan pendahuluan yang maasyaaAllah...


Beliau mengatakan,


فَإِذَا كَانَ حَالُهَا وَصَفْتُهُ، وَحَالُنَا وَمَا خُلِقْنَا لَهُ مَا قَدَّمْتُهُ، فَحَقٌّ عَلَى الْمُكَلَّفِ أَنْ يَذْهَبَ بِنَفْسِهِ مَذْهَبَ الْأَخْيَارِ ،


Kalau kehidupan dunia ini seperti yang aku sifati, dan kondisi kita dan untuk apa kita diciptakan kita sudah tahu, maka sepantasnya seorang hamba itu untuk membawa diri pergi bersama dirinya ke tempatnya orang-orang saleh. 


وَيَسْلُكَ مَسْلَكَ أُولِى النُّهَى وَالْأَبْصَارِ ،


Dan dia meniti jalannya orang-orang cerdas yang punya hati nurani,


وَيَتَأَهَّبَ لِمَا أَشَرْتُ إِلَيْهِ ،


dan dia mempersiapkan diri untuk apa yang tadi aku sebutkan,


وَيَهْتَمَّ بِمَا نَبَّهْتُ عَلَيْهِ .


dan dia memberikan perhatian (kepada apa?) kepada perkara yang tadi sudah disebutkan. 


Kita ini kadang kala punya perhatian, punya hobi, kecondongan, kepada sesuatu yang tidak bermanfaat. 

Orang kalau ditanya, "Hobinya apa Mas?"

"Shalat malam." 

Ada enggak yang hobinya shalat malam? 

Orang hobinya pelihara kelinci; orang hobinya naik gunung; orang hobinya.. 

Ada yang hobinya apa? Baca Qur'an, hobinya berdzikir. Subnahallah... Dan ini yang seharusnya hobi. Hobi itu dari hubby (kecintaan).


Kemudian,


وَأَصْوَبُ طَرِيْقٍ لَهُ فِي ذٰلِكَ ، وَأَرْشَدُ مَا يَسْلُكُهُ مِنَ الْمَسَالِكِ : التَّأَدُّبُ بِمَا صَحَّ عَنْ نَبِيِّنَا سَيِّدِ الْأَوَّلِيْنَ وَالْآخِرِيْنَ ، 


Dan jalan yang paling benar untuk menuju kepada Allah dan lorong yang paling mudah untuk dilalui adalah beradab/beretika. Ini memperbaiki akhlak seseorang, bagaimana seorang hamba beretika dengan apa yang sahih dari hadits-hadits Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam sebagai _sayyidul awwalina wal akhirin_. Beliau adalah orang yang termulia.


وَأَكْرَمِ السَّابِقِيْنَ وَاللَّاحِقِيْنَ ؛


Beliaulah yang termulia dari orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang akan datang.


Kemudian, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan untuk Nabi.


Allah berfirman:


 { وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ }


"Hendaklah kalian saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan."

(QS. Al-Maidah: 2)


Kebaikan adalah melaksanakan perintah, dan ketakwaan menjauhi larangan Allah. Kita perlu saling tolong-menolong. Kita ini manusia yang diciptakan sebagai makhluk sosial. Tidak mungkin kita sendirian. Kita kalau sendirian bakal kalah, kita bakal tersesat, kita bakal ditinggal, kita bakal menjadi mangsa untuk serigala-serigala yang buas dan macan yang ganas. Maka kita diperintahkan untuk saling tolong-menolong.


  { عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ }


Menolong atas kebaikan dan ketakwaan.


وَقَدْصَحَّ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ﷺ 


Dan telah disebutkan dalam sebuah hadits sahih dari Nabi 'Alaihis-shalatu wassallam. Beliau mengatakan,


 ❲ وَاللهُ فِيْ عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِيْ عَوْنِ أَخِيْهِ ❳


"Allah itu akan selalu membantu hamba-Nya apabila hamba-Nya membantu hamba Allah yang lain, membantu saudaranya." 


وَأَنَّهُ قَالَ :


Dan Nabi 'Alaihis-shalatu wassalam bersabda:


❲ مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ ، فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ ❳


"Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkan." 


Ini hadits sering kita dapat di broadcast-an kajian, broadcast-an sumbangan, broadcast-an donasi untuk sesuatu. Itu biasanya, temen-temen menuliskan hadits ini di akhir. Menunjukkan "Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkan."


Maka ini, ini sesuatu yang indah buat kita jalankan. Kita bisa memiliki amalan seribu orang apabila kita menyampaikan kebaikan kepada orang itu, lalu mereka mengamalkannya. Tapi jangan sampai kita menyebarkan hoaks, menyebarkan dosa, karena kita di masa yang sangat mudah mentransfer informasi. 


Sebagian orang dapat berita. _Baik ini.. Ini mengajak kepada kebaikan._ Langsung disebarkan. Dapat dua hari ternyata itu haditsnya palsu, cerita itu tidak ada, bohong, dusta. Terus mau bagaimana? _Tapi itu kan baik?_

Subhanallah. Kita tidak memerlukan dusta untuk menyampaikan kebaikan, kita tidak perlu berbohong untuk mengajak orang kepada kebenaran. 


Kemudian, 


وَأَنَّهُ قَالَ :


Dan Nabi 'Alaihis-shalatu wassalam bersabda:


❲ مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى ؛ كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَالِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا ❳


Ini ada sebuah hadits yang insyaaAllah bisa memotivasi kita untuk mau mengajak orang kepada kebaikan atau paling tidak menyampaikan kebaikan.


Selain hadits yang tadi kita sampaikan, Imam An-Nawawi menyebutkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam,


❲ مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى ؛ كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَالِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا ❳


"Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka dia akan mendapatkan pahala, akan mendapatkan ganjaran, seperti ganjaran orang-orang yang mengamalkan petunjuk."


Ini sesuatu, enggak ada yang dikurangi dan ini perkara yang sangat mudah bagi kita. Dan orang itu mengamalkan apa yang kita sampaikan, maka insyaaAllah kita akan mendapatkan pahala. Apa enggak mau kita mengajak orang kepada kebaikan? 


Antum bisa melihat para misionaris dengan begitu getolnya, begitu bersemangatnya, mengajak orang-orang untuk keluar dari Islam dan memeluk agama Nasrani. Dan ini kita lihat tidak sedikit. Kalau mereka semangat seperti itu, kita yang benar.. masak malas?!


▫️


Thayyib. 

Jamaah rahimakumullah, itu yang bisa kita kaji. Semoga ilmu yang kita kaji hari ini berguna buat kita dan bisa kita amalkan dalam kehidupan kita. Dan semoga Allah menerima amalan kita. Sampai berjumpa kembali.


 بَارَكَ اللهُ فِيْكُ 

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ. 



═════ ∴ |GiS| ∴ ═════  


📣 Official Account Grup Islam Sunnah 


🌏 WebsiteGiS: https://grupislamsunnah.com

📱 Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah

📷 Instagram: instagram.com/grupislamsunnah

🌐 WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com

📧 Telegram: t.me/s/grupislamsunnah

🎥 YouTube: bit.ly/grupislamsunnah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

171: Bab 13 Penjelasan tentang Banyaknya Jalan Menuju Kebaikan ~ Pembahasan Hadits Abu Dzar Radhiyallahu 'Anhu

124: Bab 08 Istiqamah ~ Pembahasan Surah Al-Ahqaf Ayat 13-14 dan Hadits Abu 'Amr Sufyan bin Abdullah Radhiyallahu 'Anhu

191: Bab 14 Tidak Berlebihan dalam Ketaatan ~ Pembahasan Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu